Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Ngewe Anal Seks Cewek Penghibur 3

 Topoin.com - Aku mulai merasakan penis itu bergerak keluar masuk pada vaginaku, mula-mula gerakan itu lembut, namun lama-lama bertambah kencang dan kasar. Aku mendesah-desah tidak karuan ditambah lagi dari belakang Pak Usep bertubi-tubi mencupangi leher jenjangku serta mempermainkan payudaraku, pantatku meliuk-liuk ke kiri-kanan sehingga Pak Riziek makin kesetanan menggenjotku sampai air di sekitar kami beriak dengan dahsyat.


“Akkhh.. oohh..ahh..eemmhh..!” eranganku tertahan tatkala bibirku dilumat Pak Usep dari samping belakang. Akupun merespon cumbuannya, lidah kami saling beradu dengan liar. Aku sudah telanjur dilanda birahi, walaupun menolak, tubuhku berkata lain, aku merem melek menikmati cara mereka mengerjai tubuhku.

Diserang dari dua arah begini sungguh membuatku kewalahan hingga akhirnya terasa dinding-dinding kemaluanku berdenyut makin kencang dan erangan panjang keluar dari mulutku disertai mengejangnya tubuhku sampai menekuk ke atas, otomatis kedua payudaraku pun makin membusung. Tubuhku lemas dalam pelukan mereka. Tapi keganasan Pak Riziek belum tampak mereda, dia masih bersemangat menyodokkan penisnya tanpa mempedulikan vaginaku yang masih terasa ngilu. Aku merasa lelah dan ingin istirahat sejenak maka kudorong tubuh Pak Riziek.
“Udah dulu.. pak..cape..uuhh” aku memelas.

Dia lalu menarik lepas penisnya dan menurunkan pahaku sehingga aku dapat sedikit bernafas lega. Kukira dia mengerti dan memberiku waktu, tapi dugaanku salah. Pak Riziek menarik rambutku lalu dibenamkannya kepalaku dalam air dibawa mendekati miliknya. Aku yang tidak siap tentu saja meronta-ronta melepaskan diri dan segera timbul ke permukaan.

“Mau apa.. pak..jangan kelewatan ya!” protesku terengah-engah.
“Ngga kok, cuma mau buktiin kata Pak Usep, katanya neng jago ngemot kontol, makanya bapak pengen neng ngemot kontol bapak”.
Wajahku merah padam dan terdiam, kutatap mereka dengan tatapan penuh kebencian, namun tak dapat kupungkiri bahwa aku pun sempat merasa senang dengan perlakuan mereka.
“Ayo.. sini dong neng, emutin yang punya bapak!”

Aku melihat ke bawah air sana, batang kemaluan Pak Riziek yang baru saja mengacak-acak vaginaku, benda itu begitu panjang dan kokoh, lebih panjang daripada milik Pak Usep walaupun diameternya lebih kecil, dikelilingi bulu-bulu yang sudah agak beruban. Diraihnya tanganku dan didekatkan ke sana, akupun mulai menggenggamnya, walaupun sudah berumur tapi kemaluannya masih keras. Dia dengan berkacak pinggang sesekali mendengus ketika jari-jari lembutku mulai mengocok dan membelai buah zakarnya.

“Gimana Pak Riziek? Bener kan ngocoknya dahsyat!?” kata Pak Usep di belakangku.
“Wuuiihh..iya loh..tangannya halus banget..tangan sama memek sama enaknya” komentar Pak Riziek. Lanjut baca!

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

Ngentot Anal Seks Cewek Penghibur 2

 Iklans.com - Suasana panas terhenti sejenak saat terdengar telepon di ruang tamu berdering. Pak Usep menghentikan pompaannya dan menarik lepas penisnya dari vaginaku, benda itu nampak mengkilap karena basah oleh cairan cintaku. Akhirnya aku dapat mengatur kembali nafasku yang sudah tersengal-sengal.

“Heh, siapa tuh.. ganggu acara orang aja, inget ya jangan berani omong sembarangan kalo mau klisenya kembali” ancamnya sambil menarik rambutku.



Aku hanya mengangguk ketakutan lalu bangkit untuk menyambut telepon. Namun baru saja aku sampai di depan meja rias dekat pintu keluar, sudah terdengar suara “Halo..!” pertanda Dian sudah menerima telepon.
Aku sempat kaget katika membalikkan badan tiba-tiba Pak Usep sudah berdiri di belakangku dan menyeringai “Yuk neng, kita terusin entotannya, kan teleponnya udah dijawab”.
Aku memandangi bangsat ini dengan jijik, sosoknya yang pendek hanya sampai sebatas hidungku dengan perut buncit dengan kemaluan menggantung, dada berbulu, wajahnya pun jauh dari tampan, mirip tuyul yang sering kulihat di film-film, sungguh tidak pernah terbayangkan olehku aku dapat disetubuhi olehnya.

Dia menggiringku ke arah meja rias lalu aku disuruh berbalik dan tanganku bertumpu pada sisi meja rias. Sekarang aku dapat melihat diriku melalui cermin di hadapanku dan dari belakang kulihat dia sedang mengagumi tubuhku dan mengelus-ngelusnya.
“Nah, ini baru namanya pantat” dia meremas bongkahan pantatku dengan gemas dan menepuknya. Saat dia mulai mengelus kemaluanku tanpa sadar aku malah merenggangkan kakiku sehingga dia makin leluasa merambahi daerah terlarang itu. Lewat cermin kulihat dia mulai mempersiapkan kembali penisnya dengan menggosok-gosokkan pada bibir vagina dan anusku. Aku memejamkan mata dan berdoa dalam hati semoga dia tidak menyerang anusku, karena aku sudah membayangkan ngerinya kalau batang yang kekar itu membobol pantatku.

Kemudian dia menyelipkan penisnya di antara selangkanganku lewat belakang. Aku mendesis nikmat saat penis itu pelan-pelan memasuki vaginaku. Di tengah desisanku aku sempat mendengar suara bentakan Dian dari luar kamar, saat itu aku belum tahu apa yang terjadi karena akupun sedang sibuk dengan “siluman buncit” ini. Kakiku mengejang ketika menerima sodokan pertamanya yang dilanjutkan dengan sodokan-sodokan berikutnya. Cermin didepanku memantulkan bayangan wajahku yang sedang horny, mulutku mengap-mengap mengeluarkan merintih terlebih ketika tangan kasar itu meremas-remas kedua payudaraku sambil sesekali dipermainkannya putingku yang sudah mengeras.
“Ooohh.. enak banget si neng ini!” celotehnya.

Tusukan-tusukan itu seolah merobek tubuhku, hingga 15 menit kemudian tubuhku bagaikan kesetrum dan mengucurlah cairan dari vaginaku dengan deras sampai membasahi pahaku. Aku merintih panjang sampai tubuhku melemas kembali, kepalaku jatuh tertunduk, nafasku masih kacau setelah mencapai orgasme. Aku mengira dia juga akan segera memuntahkan maninya, ternyata perkiraanku salah, dia masih dengan ganas menyetubuhiku tanpa memberi waktu istirahat. Rambut panjangku dijambaknya sehingga kepalaku terangkat, kembali kulihat adeganku melalui cermin dimana tubuhku yang telah mandi keringat tergoncang-goncang, nampak pula payudara dan kalung pemberian pacarku terayun kesana-kemari. lanjut baca!

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

Ngentot Anal Seks Cewek Penghibur 1

 Tradingan.com - Kira-kira jam 9 pagi setelah berolahraga dan sarapan teleponku berbunyi, ternyata yang menelepon adalah teman dekatku, Dian. Dia mengajakku untuk menemaninya ke villanya di Bogor, katanya terjadi suatu masalah dan harus segera kesana. Hari itu kebetulan sedang liburan akhir semester, kupikir karena aku juga sedang nganggur apa salahnya kutemani Dian ke villanya.


Jam 10 kurang terdengar klakson mobil Dian di depan rumahku, aku langsung bergegas keluar setelah pamitan pada orang di rumah. Kami tiba setelah beberapa jam perjalanan, disana kami disambut oleh penjaga villa Dian, Pak Riziek, seorang lelaki setengah baya berumur 60-an, rambutnya sudah memutih, namun tubuhnya masih sehat dan gagah, dia adalah penduduk desa dekat villa ini. Menurut Dian, Pak Riziek orangnya baik dan bisa dipercaya karena sudah 4 tahun dia bekerja pada keluarganya dan pekerjaannya selalu rapi.

Berbeda denganku, sejak awal aku sudah berfirasat buruk pada orang tua itu, beberapa kali aku memergokinya sedang menatapi dengan tajam bagian tubuh tertentu dari Dian maupun teman wanita lainnya yang pernah berkunjung ke villa ini, termasuk juga diriku terlebih ketika kami sedang berenang di halaman belakang villa ini. Beberapa kali aku mengadukan hal ini pada Dian, namun tidak pernah ditanggapi serius, malah aku dianggap mudah berprasangka buruk. Hingga pada suatu saat firasat buruk itu benar-benar terjadi bahkan ikut menimpa diriku.

Pak Riziek membawa kami ke ruang tengah dimana sudah menunggu seorang pria lain. Pak Riziek memperkenalkannya pada kami. Orang ini bernama Pak Usep, berusia 50-an, tubuhnya agak gemuk pendek, dia adalah teman Pak Riziek yang berprofesi sebagai juru foto di kampungnya. Tanpa membuang waktu lagi Dian langsung to the point menanyakan ada masalah apa sebenarnya yang telah terjadi. Pak Riziek mengeluarkan sebuah bungkusan yang dalamnya berisi setumpuk foto, yang katanya adalah pokok permasalahannya.

Kami lalu melihat foto apa yang ditunjukkan olehnya. Betapa terkejutnya kami bak disambar petir disiang bolong, bagaimana tidak, ternyata foto-foto itu adalah foto-foto erotis kami pada pesta seks liburan tahun lalu, ada foto bugilku, foto bugil Dian, foto bugil teman-teman lainnya, juga foto adegan persenggamaan kami dengan pacar masing-masing yang diabadikan oleh pacar Dian dan Vira yang berprofesi sebagai fotografer.

“Pak..apa-apaan ini, darimana barang ini??” tanya Dian dengan wajah tegang.
“Hhhmm.. begini Neng, waktu itu saya kebetulan lagi bersih-bersih, pas kebetulan di bawah ranjang Neng Dian saya lihat kok ada barang yang nongol, eh.. taunya klise foto asoynya Neng Dian sama Neng Rina, ya udah terus saya bawa ke Pak Usep ini untuk dicuci..” jawabnya sambil tertawa.
“Apa..kurang ajar, Pak.. bapak digaji untuk menjaga tempat ini, bukannya mengoprek barang saya!!” bentak Dian marah dan menundingnya.
“Wah..wah.. jangan galak gitu dong Neng, saya kan nggak sengaja, justru Neng sendiri yang ceroboh kan” mereka berdua tertawa-tawa memandangi kami.
“Baik..kalau gitu serahkan klisenya, dan bapak boleh pergi dari sini” kata Dian dengan ketus. Lanjut baca!

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

Cerita Sex Gairah di Persimpangan Jalan 2

 Aopok.com - Tubuh mulus putih itu kini menggelinjang-gelinjang di pangkuan Ari, sentuhan tangan Ari tidak hanya terbatas itu saja dan pada suatu kesempatan telunjuknya masuk ke lubang vagina Shinta dan di tusuk-tusukan lembut. “Uuugghh.. oogghh.. oogghh.. Arr.. aaghh.. tusuk teruss.. sshh.. Arr..” pinta Shinta terbata-bata memelas. Matanya merem melek, kedua bibirnnya terbuka mendesis, mendesah dan kedua pahanya ia buka lebar-lebar menikmati sensasi yang ada. Tangannya mecoba menggapai karpet untuk diremas karena ia menahan rasa ngilu, geli dan nikmat bercampur jadi satu karena permainan dua jari Ari. 

Kepalanya terlihat sesekali terangkat tak kuat menahan sensasi dua jari dari Ari. Shinta lalu melipat lututnya dan membuka lebar-lebar agar tangan Ari mampu membuatnya menggapai orgasme yang dirindukannya. Tubuhnya semakin bergelinjang hebat dan kini tangan Shinta mulai merangsek celana pendek Ari, kemudian dilemparkannya sembarangan lalu tangannya terlihat menelusup ke dalam CD Ari. Ari tampaknya terengah juga mendapat perlakuan seperti itu, apalagi dalam sekejap Shinta sudah melepas CD Ari dan melumat batang pejal nan hangat itu.


“Aaakkhh..” pekik Ari saat Shinta mulai mengulum “topi baja” penisnya. Sensasi yang ditimbulkan akibat lingkaran kepala penis itu membuat Ari tegang dan sejenak ia melepaskan kuluman di puting Shinta. “Sesshh.. ookhh.. Arr..” Shinta hanya bisa merintih saat Ari mulai merebahkan dirinya dan mengatur posisi Shinta di atas. Shinta berdiri merangkak dengan lutut kirinya sementara lutut kanannya tetap tegak bagi orang jongkok. Posisi demikian adalah posisi bagus untuk melakukan seks 69 karena dengan begitu selangkangan Shinta mengangkang maksimal dan vaginanya terlihat merekah pink. Dengan lahap Ari mulai mematukkan ujung lidahnya tepat di klitoris Shinta sehingga membuat Shinta kelonjotan, sementara kedua jari telunjuk dan tengahnya membuka, sesekali menggosok lembut bibir luar vagina Shinta. Si pemilik lubang hanya mampu mendesah saat lendirnya mulai melumasi lubang kenikmatan miliknya dan memberikan rasa geli yang amat nikmat.

“Aaaoogghh.. emmpphh.. sedoth teruss Arr..” desah Shinta ketika Ari mulai menghisap lembut bibir dalamnya dan dilain bagian tangan Shinta juga mulai melakukan pekerjaannya mengocok, kadang membelai lembut batang hangat milik Ari. Ari hanya bisa merasakan sedikit asin saat mani Shinta mulai meleleh sedikit demi sedikit dan dihisapnya hingga terasa kesat bagi Shinta.Shinta sendiri rupanya dendam dengan orgasme karena si Sony ternyata hanya ayam sayur dimata Shinta.

Kocokan Shinta di penis Ari sebaliknya tidak terasa nikmat bagi Ari karena Shinta kocokannya tak karuan alias ngawur. Shinta hanya konsentrasi menggapai nikmatnya orgasme dengan mulut Ari dengan gelitik kumisnya. Gelitik kumis Ari di lembah antara bibir luar dan bibir dalam membuat Shinta semakin erat mencengkeram penis Ari dan karpet. “Ooouugghh.. aakkhh.. aakkhh.. Arr.. oogghh.. kumismu.. gelii.. aaghh.. aahh.. aahh.. aku.. keluaarr..” ceracau Shinta tak karuan, pinggulnya dihempaskan ke belakang menekan wajah Ari, tubuhnya mendongak melepas cengkeraman tangannya di penis Ari. Wajahnya mendongak ekspresif, matanya merem melek, kedua tangannya terlihat meremas rambutnya, kedua bibirnya terbuka lebar dan mendesis kenikmatan. Lidahnya menjilat bergantian di kedua lapis bibirnya menjulur tak peduli suaranya memekik memenuhi ruang itu.

Ari masih terlihat menjilat sisa-sisa lelehan mani Shinta yang masih terlihat meleleh di bibir luar lubang vaginanya hingga kesat dan Ari telah mempersiapkan jurus kedua bagi Shinta.Ari kelihatan puas membuat Shinta kelonjotan. “Oogghh.. ooghh.. makasih Arr.. emmpphh..” Shinta masih terengah kelelahan.

Perlahan Ari membalikkan tubuh langsing Shinta dan kemudian menggotongnya.
“Mau kemana Yang?” tanya Shinta manja dan masih terlihat sisa-sisa orgasme pertamanya namun Shinta tidak protes sebagai tanda tidak kesetujuannya. Lanjut baca!

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

Cerita Sex Gairah di Persimpangan Jalan 1

 Tradingan.com - Ari Rumaidi adalah salah salah satu mahasiswa Informatikan PTS swasta terkemuka di Jakarta bertinggi badan 170 cm dan berat badan 58 kg, berkumis tipis, tidak begitu kekar memang akan tetapi otaknya sangat brilian dalam hal mengotak-atik serta pemograman komputer. Ia juga mempunyai bengkel servis Handphone yang ia kelola sendiri dengan si Mamat tukangnya. Biasanya liburan semester seperti ini Ari pulang ke rumah neneknya di Bandung atau pulang ke rumah orang tuanya di Semarang, akan tetapi liburan kali ini Ari sedikit malas dan ia pilih mengotak-atik elektronik di kios sevis HP-nya di salah satu Mall terkemuka di Jakarta.


“Selamat siang Ari,” sapa suara cewek lembut nan menawan.
“Yach.. siang..” jawab Ari seraya medongakkan kepalanya ke arah suara itu.
“Eh.. Shinta.. tumben kemari, dari mana saja kamu?” tanya Ari.
Shinta adalah “kembang kampus” ditempat Ari kuliah dan Ari sudah mendengar selentingan bahwa Shinta juga sering gonta ganti laki-laki namun Shinta dan Ari beda fakultas. Kadang Shinta terlihat berjalan bareng dengan cowok muda cakep kemudian ganti dengan om-om senang, lantas beberapa waktu lalu Shinta akrab dengan Sony teman sefakultas Ari dan baru beberapa minggu mereka tidak terlihat lagi bermesraan.

“Ini Ar! HP-ku ngadat tolong betulin yach..” seru Shinta seraya menyerahkan HP-nya kepada Ari.
“Tumben Ar nggak liburan ke Bandung, kan di sana banyak mojang-mojang nan menawan?” selidik Shinta.
“Nggak.. males saja mendingan cari duit, sini coba aku periksa,” kata Ari seraya berdiri meminta kemudian memeriksa HP Shinta.
“Ar! emmhh.. bisa ditunggu nggak,” tanya Shinta.
“Nggak usah dech.. entar malem aku anterin ke rumah kamu, kasih saja alamatnya.” kata Ari dengan menyodorkan secarik kertas.
“Itung-itung main ke rumah kamu, aku kan belum pernah sama sekali.” sambung Ari.
“Thanks.. tapi gue punya kartu nama khok, nich” Shinta menyodorkannya kepada Ari.
“OK, tunggu entar malem yach jam 19:30” sahut Ari.
“Jangan Ar! jam 21:00 saja, soalnya aku ada janji dengan keponakan gue,” cegah Shinta.
“Ehem.. keponakan apa kepenakan?” ledek Ari.
“Iiich.. sebbel dech..” kata Shinta sambil mencubit lengan Ari. Ari hanya bisa meringis saja dan melihat Shinta berlenggok ria dengan pingulnya yang aduhai.
“Huuhh..” keluh Ari.

Memang, siapa yang tidak kenal dengan Shinta di kampus itu, disamping dia anak pejabat ia juga betul-betul cantik. Tubuhnya sekitar 167 cm, badannya tinggi langsing dan kulitnya kuning langsat bak pengantin, namun ia juga terkenal sombong dan materialistis dimata cowok maupun cewek. Payudaranya seksi 36 dan rambutnya tergerai indah. Bibirnya seksi kelihatan kecil namun tebal dan bergigi indah apalagi kalau tersenyum dengan lesung pipitnya. Ari sendiri orangnya liberal namun tidak pernah berpikiran buruk terhadap gadis manapun, ia hanya berkonsentrasi pada bisnisnya.

Pukul 20:00 Ari mulai memacu Kijang hadiah ulang tahunnya yang ke-20 dari ayahnya dua tahun lalu dan hampir 45 menit Ari sudah menemukan alamat Shinta. Ari sengaja berpakaian santai mengenakan celana pendek komprang dan T-shirt made in Dagadu bermotifkan kartun lucu karena disamping ke rumah Shinta ia sebenarnya akan main ke rumah Sri pacarnya untuk menyerahkan HP teman sekost Sri. Ia lantas membelokkan kijang kesayangannya itu ke arah gerbang kemudian turun untuk memencet bel. Wajib baca!

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

Viral Sewa Gay Demi Double Anal Istri Tersayang 2

 Aopok.com - Mata Rizki terbelalak dan dia kaget sekali saat keluar dari kamar mandi, dilihatnya 2 orang di depan TV sambil melihat film Gay side B.

“Hei.. sudah datang rupanya, gimana dapat nggak..?” sapa Bram kepada salah seorang di depan TV tersebut.
“Lumayan.. dan ini dapat,” jawab seseorang itu sambil matanya menatap seseorang disebelahnya.
“Oya.., kenalkan.., ini Luke dan yang itu Eric.” Bram mengenalkan mereka pada Rizki.

Rizki segera menjabat tangan Luke dan Eric.
“Oh.. ini Luke, senang berkenalan dengan Anda, dari mana Luke..?” tanya Rizki basa-basi.
“Dari Plasa, beli keperluan rumah.” jawab Luke ramah.
“Orang-orang yang cakep dan ramah.” batin Rizki.
Memang, Bram, Luke dan Eric adalah orang-orang yang mempunyai fisik hampir sempurna. Malam itu Rizki merasa berada di tengah-tengah orang yang begitu menggiurkan.
“Nonton bareng sini, Aku tadi barusan pinjam film ke Rudy, katanya bagus, adengannya penuh dengan orgy.” kata Luke sambil mengganti film tadi dengan film yang baru dia pinjam dari Rudy.

Rizki duduk di sofa di antara Luke dan Bram.
“Bagus nggak Riz..?” komentar Luke kepada Rizki sambil tangannya mulai nakal meraba selangkangan Rizki.
Karena Rizki dibayar untuk itu, Rizki pun diam saja. Apalagi yang meraba adalah orang-orang dengan wajah yang begitu tampan, dengan body yang atletis dan ramah. Rizki membiarkan jemari Luke yang mulai membuka resleting celana yang dia pakai. Dan Luke melanjutkan dengan meremas kemaluan Rizki yang masih tersimpan di dalam celana dalamnya. Tidak sabar dengan tindakan itu dan saking bernafsunya, segera dibalikkannya tubuh Rizki menghadap tubuh Luke. Dan langsung dikulumnya bibir Rizki yang memang sangat seksi dan menantang. Rizki pun dengan pengalamannya segera meladeni permainan yang Luke minta. Saling gigit dan hisap. Pertarungan lidah mewarnai gumulan bibir saat itu. Sedangkan Bram dan Eric asyik menonton film.

Dengan nafsunya, Luke membuka semua pakaian yang dikenakan Rizki. Kini Rizki telanjang bulat di depan para lelaki cakep. Dihisapnya puting Rizki yang beranting dan sesekali digigitnya, hal ini membuat Rizki menggeliat. Luke dengan senangnya memainkan tangannya ke dalam lubang pantat Rizki yang sudah dilumuri lotion oleh Bram. Sedang Eric masih asyik melihat film di VCD player. Setelah lama di puting Rizki, lidah Luke bergerak ke bawah, menjilat kemaluan Rizki.



“Emm.., nikmat..,” desah Luke sambil lidahnya tetap memainkan lubang kemaluan Rizki.
Bram yang tadi hanya membantu melumuri lubang pantat Rizki dengan lotion, kini dia pun mulai terangsang dan membuka celananya. Dihadapkannya batang kejantanannya yang sudah keluar dari celananya di depan mulut Rizki. Rizki pun dengan nafsunya segera mengulum kejantanan Bram. Bram memegang kepala Rizki dan menggoyang-goyangkan kepala itu, sehingga kejantanan Bram keluar masuk mulut Rizki.
“Ahh.., nikmat sekali.” desah Bram. Lanjut baca!

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

Viral Sewa Gay Demi Double Anal Istri Tersayang 1

 Iklans.com - Pagi itu, jam 6:00, hari Minggu, aku menikmati secangkir kopi susu sambil membaca koran pagi di teras rumah. Suasana yang tepat untuk bersantai. Lagi asyik-asyiknya aku menghisap rokok A Mild kesukaanku, tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara dari halaman luar.

“Wan.. Wawan.. tolong Aku please..!” terdengar suara sedikit merintih dari luar.
Aku pun segera berdiri dari kursi malas yang kududuki. Tak berapa lama, muncul temanku, namanya Rizki.


“Wan.. tolong donk Wan.. Aku nggak kuat nih.. tolong Aku..” rintih Riski sambil tubuhnya sempoyongan.
Segera kudatangi dia sambil berlari, lalu kupapah dia masuk ke rumah.
“Kenapa kamu Riz..? Tubuh kamu kok penuh luka..?” tanyaku keheranan melihat tubuh Rizki yang penuh dengan memar dan jalannya sempoyongan.

Rizki adalah teman baikku. Aku mengenal dia sejak kuliah. Wajahnya manis, tubuhnya tidak seberapa tinggi, tapi cukup ideal. Kulitnya bersih tampak terawat sekali.
“Pa.. Papa.., sini donk Pa.. Wawan perlu bantuan nih..!” teriakku tidak sabar memanggil papa-ku.
“Ada apa Wan..?” tanya papaku.
Belum sempat aku menjawab, papa sudah berkata lagi, “Ya ampun.., Kamu kenapa Riz..? Tunggu ya, Om ambil mobil dulu.”

Segera kami meluncur ke rumah sakit. Kasihan melihat tubuh Rizki. Tubuh yang biasanya tampak bersih, halus dan wajah yang cakep dan berseri, saat itu penuh dengan memar bekas tamparan dan pukulan.
Setelah Rizki mendapat pengobatan dan perawatan, “Ada apa Riz..? Ceritakan yang sebenarnya.. ayolah..! nggak perlu takut atau malu, kenapa..? siapa yang siksa Kamu..? katakan Riz..!” tanyaku bertubi-tubi dengan tidak sabar.
“Iya Riz..? Ada apa..? Kamu sudah Om anggap sebagai bagian keluarga kami, ceritakanlah..!” balas papaku dengan bijaksana.

Kilas balik

“Halo..! Dengan siapa nih..?” tanya Rizki saat HP-nya berbunyi.
“Emm.. ini Saya bicara dengan Rizki..?” tanya suara di seberang.
“Iya.. Saya sendiri, Mas siapa ya..? Boleh Saya tau..?” tanya Rizki penasaran dan sedikit menggoda.
“Nama saya Luke, begini Riz.., bisa Saya panggil Kamu dengan Riz..? To the point aja, Saya dengar Anda bisa dibooking untuk temani orang, atau tepatnya untuk puaskan orang dalam seks..?” katanya lagi.
“Bagaimana kalau Saya bayar Anda lima ratus ribu, deal..?” tanya orang itu tanpa basa-basi.
Eemm.., tajir (kaya) sekali orang ini, baru kali ini aku dibayar segitu. Biasanya paling tinggi Rp. 300.000,-.


“Bentar dulu.., Saya harus memuaskan siapa..? Apa Mas yang perlu dipuaskan..?” tanya Rizki.
“Tidak.., Kita akan main bertiga, bagaimana..?” jawab suara itu.
“Wah.., kalau harganya dinaikkan, Saya bisa,” jawab Rizki sambil memanfaatkan orang itu.
“Baiklah, bagaimana kalau tujuh ratus lima puluh ribu rupiah..?” balas suara di HP itu.
“Oke.., deal.. anyway, Saya bicara dengan siapa ini..? dan kita bisa ketemu dimana..?” tanya Rizki.
“Kamu bisa panggil aku Luke dan teman saya namanya Bram, kalau begitu besok Rizki bisa ke Jl (maaf tidak bisa saya sebutkan) jam setengah tujuh malam dan saya merasa bahagia sekali, karena saya dengar servis anda sangat memuaskan.” penjelasan suara di HP itu yang ternyata bernama Luke. Lanjut baca!

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

Cerita Sex Kisah Murid Yang Di Perkosa dan Di Anal Sex Guru

Aopok.com - Cerita Sex Kisah Murid Yang Di Perkosa dan Di Anal Sex Guru Cerita Sex – Gita yang sedang asik memandangi tubuhnya dikaca, tiba-tiba saja gurunya mendekap lalu memperkosanya diruang ganti sekolah.

Namaku Gita, usiaku 16 tahun aku masih sekolah kelas 2 SMA. Aku gadis yang akan beranjak dewasa bertubuh mungil dan cantik itu aku. Walaupun aku mungil tetapi aku memiliki kelebihan yaitu payudaraku besar kebanyakan orang bilang. Aku anak nomer dua dari 2 bersaudara. Aku bersekolah di sekolah swasta yang bebas. Cara berpakaian jam pelajaran juga nggak begitu ketat.
Orangtuaku bekerja di kantor berangkat pagi pulang pagi itulah mereka. Aku dibilang kurang perhatian ya memang iya, karena orangtua sedikit kurang peduli denganku. Tapi mereka sibuk bekerja demi kebaikanku. Jadi aku tidak pernah protes biarkanlah yang penting uang saku selalu ada buatku.
Lingkungan sekolahku rata-rata mereka anak orang kaya. Aku hanya mengikuti gaya mereka jika ada uang lebih aku selalu meminta barang-barang yang branded supaya tidak ketinggalan dengan mereka. Tapi pergaulan mereka terlalu .. Wajib baca selengkapnya!!!

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia